Thursday, June 30, 2005

Penulis Cerita Fiksi Paling Laris

Menurut catatan rekor dari Guiness World Records, penulis cerita fiksi paling laris di dunia adalah .... JK Row.. ah, bukan.. ternyata Agatha Christie. Yup, lengkapnya Dame Agatha Christie (1890-1976). Sejumlah 78 judul novel kriminal telah terjual kira-kira 2 miliar copy (miliar! bukan juta) dalam 44 bahasa. Penerimaan royalti diperkirakan sebesar $3,7 juta setiap tahunnya. Wow!

Di Indonesia, novel AC diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Daftarnya adalah:
Misteri di Styles---The Mysterious Affair at Styles (1920, Poirot)
Musuh Dalam Selimut---The Secret Adversary (1922, Tommy & Tuppence)
Lapangan Golf Maut---Murder on the Links (1923, Poirot)
Pria Bersetelan Cokelat---The Man in the Brown Suit (1924, Kolonel Race)
Poirot Melacak---Poirot Investigates (1924, Poirot)
Rahasia Chimneys---The Secret of Chimneys (1925, Inspektur Battle)
Pembunuhan atas Roger Ackroyd---The Murder of Roger Ackroyd (1926, Poirot)
Empat Besar---The Big Four (1927, Poirot)
Misteri Kereta Api Biru---The Mystery of the Blue Train (1928, Poirot)
Misteri Tujuh Lonceng---The Seven Dials Mystery (1929)
Pasangan Detektif---Partners in Crime (1929, Tommy & Tuppence)
Pembunuhan di Wisma Pendeta---The Murder at the Vicarage (1930, Miss Marple)
Mr Quin yang Misterius---The Mysterious Mr Quin (1930, Mr Quin)
Misteri Sittaford---The Sittaford Mystery (1931)
Hotel Majestic---Peril at End House (1932, Poirot)
Tiga Belas Kasus---The Thirteen Problems (1932, Miss Marple)
Matinya Lord Edgware---Lord Edgware Dies (1933)
Anjing Kematian---The Hound of Death and Other Stories (1933, Poirot)
Pembunuhan di Atas Orient Express---Murder on the Orient Express (1934, Poirot)
The Listerdale Mystery (1934) *)
Pembunuh di Balik Kabut---Why Didn't They Ask Evans? (1934)
Parker Pyne Menyelidiki---Parker Pyne Investigates (1934, Parker Pyne)
Tragedi Tiga Babak---Three-Act Tragedy (1934, Poirot)
Maut di Udara---Death in the Clouds (1935, Poirot)
Pembunuhan ABC---The ABC Murders (1936, Poirot)
Pembunuhan di Mesopotamia---Murder in Mesopotamia (1936, Poirot)
Kartu-Kartu di Meja---Cards on the Table--- (1936, Poirot)
Pembunuhan di Lorong---Murder in the Mews (1937, Poirot)
Saksi Bisu---Dumb Witness (1937, Poirot)
Pembunuhan di Sungai Nil---Death on the Nile (1937, Poirot)
Perjanjian dengan Maut---Appointment With Death (1938, Poirot)
Pembunuhan di Malam Natal---Hercule Poirot's Christmas (1939, Poirot)
Membunuh Itu Gampang---Murder Is Easy (1939, Inspektur Battle)
Sepuluh Anak Negro---And Then There Were None (1939)
Mawar Tak Berduri---Sad Cypress (1940, Poirot)
Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya---One, Two, Buckle My Shoe (1940, Poirot)
Pembunuhan di Teluk Pixy---Evil Under the Sun (1941, Poirot)
N atau M?---N or M? (1941, Tommy & Tuppence)
Mayat dalam Perpustakaan---The Body in the Library (1942, Miss Marple)
Mengungkit Pembunuhan---Five Little Pigs (1942, Poirot)
Pena Beracun---The Moving Finger (1943, Miss Marple)
Menuju Titik Nol---Towards Zero (1944, Inspektur Battle)
Ledakan Dendam---Death Comes As the End (1945)
Kenangan Kematian---Sparkling Cyanide (1945, Kolonel Race)
Rumah Gema---The Hollow (1946, Poirot)
Tugas-tugas Hercules---The Labours of Hercules (1947, Poirot)
Mengail di Air Keruh---Taken at the Flood (1948, Poirot)
Buku Catatan Josephine---The Crooked House (1949)
Iklan Pembunuhan---A Murder Is Announced (1950, Miss Marple)
Mereka Datang ke Bagdad---They Came to Baghdad (1951)
Mrs McGinty Sudah Mati---Mrs McGinty's Dead (1952, Poirot)
Muslihat Dengan Cermin---They Do It With Mirrors (1952, Miss Marple)
Setelah Pemakaman---After the Funeral (1953, Poirot)
Misteri Burung Hitam---A Pocket Full of Rye (1953, Miss Marple)
Menuju Negeri Antah Berantah---Destination Unknown (1955)
Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa---Hickory Dickory Dock (1955, Poirot)
Kubur Berkubah---Dead Man's Folly (1956, Poirot)
Kereta 4.50 dari Paddington---4:50 from Paddington (1957, Miss Marple)
Mata Rantai yang Hilang---Ordeal by Innocence (1958)
Kucing di Tengah Burung Dara---Cat among the Pigeons (1959, Poirot)
Skandal Perjamuan Natal---The Adventure of the Christmas Pudding (1960, Poirot/Miss Marple)
Misteri Penginapan Tua---The Pale Horse (1961, Ariadne Oliver)
Dan Cermin Pun Retak---The Mirror Crack'd from Side to Side (1962, Miss Marple)
Mayat Misterius---The Clocks (1963, Poirot)
Misteri Karibia---A Caribbean Mystery (1964, Miss Marple)
Hotel Bertram---At Bertram's Hotel (1965, Miss Marple)
Gadis Ketiga---Third Girl (1966, Poirot)
Malam Tanpa Akhir---Endless Night (1967)
Rumah di Tepi Kanal---By the Pricking of My Thumbs (1968, Tommy & Tuppence)
Pesta Halloween---Hallowe'en Party (1969, Poirot)
Penumpang ke Frankfurt---Passenger to Frankfurt: An Extravaganza (1970)
Nemesis (1971, Miss Marple)
Gajah Selalu Ingat---Elephants Can Remember (1972, Poirot)
Gerbang Nasib---Postern of Fate (1973, Tommy & Tuppence)
Kasus-Kasus Perdana Poirot---Poirot's Early Cases (1974, Poirot)
Tirai---Curtain: Poirot's Last Case (1975, Poirot)
Pembunuhan Terpendam---Sleeping Murder (1976, Miss Marple)
Kasus-Kasus Terakhir Miss Marple---Miss Marple's Final Cases (1979, Miss Marple)
Masalah di Teluk Pollensa---Problem at Pollensa Bay (1991, Parker Pyne/Poirot/Mr Quin)
Selagi Hari Terang---While the Light Lasts (1997)

*) akan terbit

Sudah lengkapkah koleksi Anda?
Oh ya, kalau mau melihat-lihat cover AC bahasa lain, silakan ke sini:
http://www.deliciousdeath.com/

PS. Seri Harry Potter sendiri telah terjual lebih dari 200 juta kopi. Sama dengan JK Rowling, Agatha Christie juga menciptakan tokoh dengan inisial HP; yaitu Hercule Poirot. Selain HP, ada juga Miss Marple, pasangan Tommy & Tuppence, dan lain-lain. Dua ebook AC dapat dibaca di:
- The Mysterious Affair at Styles http://www.gutenberg.org/etext/863
- Secret Adversary http://www.gutenberg.org/etext/1155
Kedua ebook ini sudah masuk dalam public domain karena masa berlaku hak ciptanya sudah lewat.

Sumber:
- http://www.guinnessworldrecords.com/content_pages/record.asp?recordid=48281
- milis bibliophile

Wednesday, June 29, 2005

Pameran: Yayasan Oktagon : Yang Tercinta - pameran dan peluncuran buku fotografi

Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Budaya Visual Oktagon mengharapkan kehadiran Anda pada pembukaan pameran fotografi dan peluncuran buku

Yang Tercinta (The Loved Ones)

menampilkan karya-karya fotografi
M. Firman Ichsan
Nico Dharmajungen
Oscar Motuloh
Erik Prasetya
Yudhi Soerjoatmodjo
Tara Sosrowardoyo
Jay Subyakto
Darwis Triadi

dan penulis-penulis
Nukila Amal
Djenar Maesa Ayu
Seno Gumira Ajidarma
Ayu Utami

Jumat, 1 Juli 2005
pukul 19:00 WIB

Alila Hotel
Space Lounge
Jl. Pecenongan kav. 7-17
Jakarta Pusat

Pameran akan dibuka oleh ibu Pia Alisyahbana

Pameran berlangsung di Alila Hotel tanggal 2-14 Juli 2005 dan dilanjutkan di Oktagon Gallery tanggal 15-31 Juli 2005.
Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi sdri. Ening Nurjanah di 4204545

Yang Tercinta (The Loved Ones) adalah sebuah buku harian yang diisi oleh 8 orang jurufoto Indonesia terkemuka saat ini. Cerita tentang diri mereka dan Yang Tercinta serta berbagai bentuk hubungan yang telah menjadi inspirasi bagi karya mereka kami tampilkan dalam buku ini.
Beberapa di antara mereka menampilkan sebagian isi album pribadinya, sedang yang lain memotret untuk menghadirkan kembali jejak kenangan yang pernah ada atau menawarkan impian mereka. Foto-foto mereka ditemani oleh tulisan Nukila Amal, Djenar Maesa Ayu, Seno Gumira Ajidarma dan Ayu Utami, yang menawari kita salah satu bentuk
penghayatan atas karya foto.

"Tawaran pameran ini menjadi begitu emosional bagi saya, baik medium dan temanya sangat berkait dengan sejarah saya sendiri. Menjadi lebih berat karena tawaran memotret 'Yang Tercinta' ini adalah juga tawaran bagi saya untuk mulai membuka diri, menceritakan sejarah saya kepada orang lain." - Darwis Triadi

"Saya rasa semua orang harus merasakan cinta, energi yang membuat kita melambung ke atas. Cinta bagi saya adalah salah satu sumber kreatifitas dan transformasi." - Nico Dharmajungen

"Banyak sekali gagasan kreatif yang muncul. Saat itu saya merasa ingin membuat sebuah cerita pendek atau catatan harian yang sangat terbuka maknanya." - Yudhi Soerjoatmodjo

Saturday, June 25, 2005

Bazaar Komik Malabar

BAZAAR KOMIK MALABAR


Hari/ tanggal : Sabtu dan Minggu/ 9 dan 10 Juli 2005
Waktu : Pukul 10.00 s/d 17.00 WIB
Tempat : Jl. Malabar no. 66, Jakarta Pusat (dekat jl. Guntur/ Pasar
Rumput/ Manggarai)

Di sana Anda akan dapat membeli berbagai komik/ graphic novel lokal
maupun impor terbitan DC Comics, Marvel, Vertigo, Viz, Onipress,
Dark Horse, Dargaud, Casterman, Indira, Elex, Misurind, Gramedia,
Sinar Harapan, Aya Media, Prasidha, Maranatha, Melodie, San,
Cypress, dan masih banyak lagi. Lebih dari 80% masih dalam kondisi
mulus dan bagus (near mint & 1st print).

Lengkapilah koleksi Spiderman, Fantastic Four, Batman, JLA, X-Men,
Superman, Sandman, Tintin, Asterix, Lucky Luke, Archie, Godam,
Gundala, Labah-labah Merah, Si Buta dari Gua Hantu, Mandala, Akira,
Spawn, serial Nina, Daredevil, Captain America, Punisher, Wolverine,
Silver Surfer, Flash, Green Lantern, Teen Titans, dan masih banyak
lagi. Dalam garage sale ini terdapat lebih dari 2.000 buku komik
akan dijual dengan harga mulai dari Rp 5.000,- sampai Rp 1.000.000,-
per buku (collector's item)!

Tandailah kalender mulai dari sekarang, agar tak terlewatkan
kesempatan terbaik dalam melengkapi koleksi komik/ graphic novel
kesayangan anda

Panitia Bazaar Komik Malabar

Thursday, June 23, 2005

Resensi: Melihat Kisah dari Dua Sudut Berbeda


Judul: Meniti Bianglala
Judul asli: The Five People You Meet in Heaven
Penulis: Mitch Albom
Penerjemah: Andang H Sutopo
Penerbit: GPU, 2005
Tebal: 202 halaman
Harga: Rp 30.000
ISBN: 979-22-1349-X

JARANG orang berpendapat menyenangkan tentang kematian, apalagi pada orang tercinta dan baik hati. Kepergian mereka senantiasa menyedihkan, mengurai air mata, menghadirkan kenangan, seolah-olah ingin menghidupkan kembali perbuatan manis dan kebahagiaan yang pernah hadir. Kehidupan seakan berhenti sesaat setiap kali mendengar berita kematian orang tercinta yang lekat sosoknya di dalam hati; ada rasa yang juga lenyap di dalam diri. Mereka diratapi, baik sungguh-sungguh atau pura-pura.

Kematian Eddie, petugas perawat peralatan taman hiburan, tampaknya tidak seperti itu. Kematiannya dimulai dengan tragis. Dia gagal berusaha menyelamatkan kecelakaan di wahana luncur, tertimpa kabin berisi gadis kecil, tewas bersama benda itu, persis pada hari ulang tahun ke-83. Begitulah cara dia ditarik memasuki alam baka.

Waktu Eddie pertama kali bangun setelah mati, dia merasa seluruh aspek fisik hidup dan tubuhnya lenyap. Dia kehilangan tongkat, pincang di kaki, berat tubuh renta, sakit luar biasa saat tertimpa wahana. Awalnya dia merasa tidak beranjak pergi ke mana pun dari tempat sehari-harinya. Setelah diberi tahu orang pertama yang menemuinya, Eddie sadar berada di dimensi lain. Dia adalah orang yang tak sengaja, tanpa sepengetahuannya, tewas setelah menghindari kecelakaan mobil yang nyaris menimpa bocah kecil yang sedang mengejar bola bisbol. Bocah itu adalah Eddie. Fakta itu langsung membuat Eddie terkejut, sekaligus sadar betapa hidup seseorang bisa sangat lain jalan maupun akhirannya bila ditilik dari sudut pandang berbeda.

Orang pertama ini seolah ingin mengatakan karena Eddie "mengantarkannya" ke alam baka, giliran dia wajib menyambut Eddie, menerangkan apa itu alam baka dan kehidupan yang baru ditinggalkannya. Kata penghuninya, "Alam baka ada untuk mengerti tentang kehidupan di dunia." (hal 40)

Orang pertama ini menyampaikan pesan terbesar Tuhan kepada manusia: untuk mengerti apa yang terjadi di dalam kehidupan. Dia memberi tahu bahwa seseorang ada karena suatu sebab dan kejadian berlangsung saling berkait-baik kasatmata ataupun rahasia, bersentuhan, kemudian mengubah jalur hidup seseorang. Dalam kasus dengan orang pertama, Eddie akhirnya tahu kebaikan dari terhindarnya tertabrak mobil adalah persis dia bisa meneruskan hidup. Hanya dengan hidup orang berkesempatan berperan atau punya peluang memberi makna.

KEMATIAN adalah sesuatu yang niscaya dan mustahil bagi pikiran manusia, begitu tulis André Comte-Sponville dalam bukunya, The Little Book of Philosophy. Niscaya karena setiap momen dalam hidup ditandai kematian; mustahil karena kematian adalah misteri, nyaris tak ada yang bisa dipikirkan manusia tentang hal itu.

Kematian kerap memunculkan perdebatan ekstrem. Plato, misalnya, mengatakan kematian bukanlah kematian, melainkan kehidupan lain; sedangkan bagi Epicurus, kematian bukan apa-apa. Sebagian orang bilang alam baka justru merupakan awal dimulainya realitas, tempat orang bangun dan tak bisa kembali lagi dari tidur panjang di dunia. Tempat semua hal diperlihatkan sebagaimana adanya, dibukakan utuh, diketahui sebenar-benarnya.

Semua orang terkejut bila dipaksa mengalami kematian, apalagi bila tak siap, tak punya bekal maupun pengetahuan tentang hal itu. Sementara begitu sadar, semua seakan-akan sudah terlambat. Dia terpaksa hanya harus menjalani, menerima, beradaptasi bila memungkinkan, sisanya mulai dari nol lagi.

Sulit mencari jalan tengah di antara keduanya. Tapi kita bisa menentukan pokok perenungan tentang hal itu sebab pandangan tentang kematian atau kehidupan berpengaruh besar terhadap seseorang. Hanya di dunia orang punya kesempatan merasakan, memikirkan, memaknai, atau menyia-nyiakan hidup, sebelum akhirnya mati.

Seperti kisah hidup Eddie, betulkah sia-sia? Dia merasa hidupnya getir, membosankan, nyaris tanpa makna; bernyawa tanpa jiwa, berlangsung karena dipaksa menjalaninya, tak paham kenapa banyak peristiwa dalam hidupnya berlangsung merana, gagal melihat sisi istimewa hidup manusia. Keluarganya biasa, waktu ikut wajib militer malah disandera, kakinya ditembak waktu hendak menyelamatkan seseorang di tengah pertempuran, istrinya mati muda, dia terpaksa menerima pekerjaan memperbaiki wahana di taman hiburan, persis seperti ayah yang sangat keras terhadap dia dan keluarganya.

Dia tak punya banyak pilihan, juga tak sadar sebenarnya punya hal berharga, yaitu kesederhanaan dan kerelaan menjadi contoh orang yang selalu berkorban. Karena dipaksa menerima, dianggap sebagai bencana, ingin ditepis secepatnya, orang lain diberi kesempatan melihat Eddie sebagai cermin, menahan sebelum terjadi pada dirinya.

Meski terpaksa, dia melaksanakan tugas dengan cukup baik, beranggapan memang begitu seharusnya. Untuk negara dia rela berkorban, setia kawan, menjaga ibu, cinta istri. Pekerjaannya merawat wahana dan memperbaiki peralatan taman hiburan juga dikerjakan cukup berdedikasi; ramah kepada pengunjung, dicintai rekanan, cepat tanggap pada kerusakan, bahkan mengakhiri hidup dalam mempertahankan berlangsungnya kebahagiaan dan keceriaan di sana.

Eddie hanya gagal memaknai keberadaan diri, menganggap keberhasilan selalu berbentuk kisah luar biasa, pencapaian mengundang decak kagum dan pandang silau. Padahal sehari-hari, dalam bentuk paling sederhana dan nyata, orang menabur dan menanam makna, perlahan-lahan melakukan hal luar biasa, dan pada saatnya keajaiban terjadi dalam hidupnya. Eddie mengalami keajaiban itu lima kali, di alam baka dia ditemui lima orang yang bersentuhan dengan jalur hidupnya; merekalah yang mengubah hidupnya.

DI luar prasangka personal seseorang menjalani hidup membosankan dalam rutinitas mandul, tanpa gairah, di balik itu dia memiliki makna maupun signifikansi luar biasa dalam kehidupan, bagi orang lain dan lingkungan terdekat. Makna ini kadang-kadang gagal dicapai banyak orang. Karena itu orang merasa hampa makna hidup.

Hampa makna hidup-di berbagai fenomena bisa berupa alienasi, nihilisme, absurdisme-sebenarnya merupakan fenomena umum bagi manusia kontemporer. Ciri-cirinya ialah ketika orang merasa terasing dari diri sendiri, orang lain, lingkungan (sosial), atau kerja; di sisi lain merasa tak punya tujuan hidup dan takdir. Mereka hidup, berperan, merasa, ambil bagian, tapi semuanya tertelan hiruk-pikuk atau persoalan sehari-hari.

Orang kehilangan ruang meditasi (perenungan); sementara setiap kali mengalami peristiwa yang mampu memunculkan pertanyaan kritis seperti "siapa saya", "di mana saya", "ada apa sebenarnya" yang mencoba mengembalikan pada kesadaran atau vitalitas hidup, membuka eksplorasi diri, dia malah ditarik-tarik menyelesaikan dengan cara tak layak, kalau tidak melupakan dan menenggelamkan dalam buih laut kehidupan.

Ketika kecewa, bertanya tentang hidup, orang malah diajak minum-minum, bersenang-senang, dinasihati agar tak bertanya sesuatu yang sulit dijelaskan, berkata bahwa "masalah" itu akan selesai sendiri, akhirnya terlupakan bersama berlalu waktu dan peristiwa. Padahal itulah kesempatan orang mendapat jawaban fundamental terhadap misteri kehidupan.

Mitch Albom, yang baru bisa menulis novel lagi selang enam tahun setelah dibanjiri sukses spektakuler Tuesdays With Morrie (1997), menyajikan Meniti Bianglala dengan sentuhan elegan. Dia apik menyusun lima pertemuan dan pelajaran Eddie selang-seling dengan fase perkembangan melalui ulang tahun dan peristiwa di dunia setelah kematiannya. Pembaca diberi tiga panel cerita: alam baka, masa lalu, alam nyata. Sesuai judul dan mencoba memenuhi rasa pencarian, wajar bila porsi terbesar terjadi di alam baka, namun esensinya tentang manusia, yakni agar mau belajar hidup, menyelami kenyataan, merenungi kematian.

Di tengah-tengah, plot bisa terasa membosankan bagi sebagian pembaca karena diulang-ulang, namun tersingkapnya rahasia demi rahasia atas anggapan getir hidupnya, terbuka makna di balik keterbatasan pencerapan, memperlihatkan pandangan utuh kisah hidupnya secara dramatik mampu menggetarkan pembaca.

Salah satu semangat novel ini adalah mencoba mengembalikan spiritualitas manusia kontemporer yang makin tersisih meski tetap melekat. Dalam agama ada mitos mayoritas penghuni surga adalah orang sederhana; tapi orang paham betul betapa sukar memahami makna atau memikirkan apa maksudnya.

Di luar pengetahuannya, Eddie memperlihatkan, mencontohkan, bisa jadi orang sederhana itu seperti dirinya. Tanpa terasa, saking terbawa perasaan, buku tipis ini akan segera tamat dibaca, sementara pembaca boleh jadi belum puas bertemu dan belajar dengan Eddie, yang sosok dan teladannya ialah almarhum paman Albom sendiri. Anwar Holid Eksponen Komunitas Textour, Rumah Buku Bandung.

Sumber: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0506/12/Buku/1807103.htm

Tuesday, June 21, 2005

Pesta Buku Jakarta

Siaran Pers IKAPI

150 PENERBIT MEMERIAHKAN PESTA BUKU JAKARTA 2005
Menghadirkan Lebih Dari 25 Ribu Judul Buku

Jakarta - 20 Juni 2005 - Lebih dari 150 penerbit ikut serta dalam Pesta Buku Jakarta 2005. Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKAPI DKI Jakarta ini akan berlangsung di Gedung Istora Gelora Bung Karno Jakarta Selatan mulai 25 Juni sampai 3 Juli 2005.

"Dari para penerbit yang ikut dalam acara ini, akan tersedia lebih dari 25 ribu judul buku," jelas Antonius Riyanto, Ketua I Panitia Pesta Buku Jakarta 2005. Ini akan benar-benar membuat Pesta Buku Jakarta 2005 menjadi meriah.

Terlebih, lanjut Anton, panitia penyelenggara kegiatan telah merancang sejumlah kegiatan selama acara berlangsung. "Ini lebih dari sekadar pameran buku. Setiap hari, selama acara ini berlangsung, akan selalu ada kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif maupun fun," tambahnya.

Pada hari pertama para pengunjung akan mendapatkan suguhan shortcourse creative writing, workshop mendongeng, pentas musik Landscape Institut Pertanian Bogor. Pada hari lain pada acara yang sama juga akan berlangsung seminar animasi, launching komik indie, berbagai lomba, diskusi buku, pentas seni, temu penulis remaja, dan lain-lain.

Bahkan, beberapa pesohor dijadwalkan hadir dalam beberapa kegiatan Pesta Buku Jakarta 2005. Olga Lydia akan hadir dalam pembahasan home library. Novia Ardhana akan ikut dalam perbincangan mengenai "Drugs & Me". Nicholas Saputra juga akan hadir dalam "Jejak Langkah Soe Hok Gie".

Tahun ini, anak dan remaja menjadi pusat perhatian dan tema utama Pesta Buku Jakarta. "Bagaimanapun, anak-anak dan remaja merupakan mayoritas pembaca buku di Indonesia," kata Anton. Diharapkan, lanjutnya, Pesat Buku Jakarta ini akan menjadi ajang untuk berbagi informasi dan melihat kemajuan buku-buku untuk anak-anak dan remaja, sekaligus mengikuti perkembangan buku-buku yang ditulis oleh anak muda.

Dan seperti biasanya, dalam Pesta Buku Jakarta kali ini pun akan digelar diskon besar-besaran. "Diskon buku di acara ini bisa mencapai 70%," tandas Anton.

###

Informasi lebih lanjut:
IKAPI DKI Jakarta, Jl. Mustika Jaya No. 9. Rawamangun
Jakarta Timur 13220
Telepon: (021) 4786881, Fax: (021) 4712323

Monday, June 20, 2005

Narnia Terbit Bulan Juli


The Chronicles of Narnia yang ditulis oleh CS Lewis akan segera diterbitkan Gramedia pada bulan Juli ini. Dua judul akan segera keluar! Pertama adalah Keponakan Penyihir dan yang kedua Sang Singa, sang Penyihir, dan Lemari. Lima judul lainnya akan segera menyusul sebelum Desember 2005.
The Chronicles of Narnia adalah seri buku yang ditulis oleh CS Lewis. Terdiri dari 7 buku, ditulis mulai tahun 1950 hingga 1956. Hingga saat ini, penjualan buku telah mencapai lebih dari 85 juta kopi di seluruh dunia dan menjadi salah satu buku yang dicintai oleh anak-anak.
The Chronicles of Narnia bercerita tentang 4 saudara (Lucy, Edmund, Susan, dan Peter) yang masuk ke dunia lain - yaitu Narnia - melalui pintu sebuah lemari pakaian. Di sana mereka mendapati suatu dunia yang indah dengan penduduk kurcaci, raksasa, manusia kuda, dan binatang yang bisa berbicara. Dunia ini dulunya damai, namun dikutuk mengalami musim dingin selamanya oleh penyihir jahat, Jadis. Dengan pertolongan dari Aslan, seekor singa yang baik, anak-anak ini akan menghadapi kekuasaan Jadis.

Disney akan mulai menayangkan film Narnia mulai 8 Desember 2005. Jangan lupa, beli bukunya!

Friday, June 10, 2005

[Bibliophile] Gramedia Fair Bandung 14-19 Juni 2005 (di Sabuga)

Dapat informasi dari Milis Bibliophile.
---
Kemarin liat iklan Tribun Jabar (tanggal 7
Juni) tentang Gramedia Fair. Sekalian berbagi
saja, siapa tahu rekan-rekan Bibliophile ingin
jumpa pengarang favoritnya.

Tempat di Sasana Budaya Ganesha Bandung.
Beberapa jadwal di antaranya:

Jumpa Pengarang Teenlit
---------------------
Sabtu, 18 Juni 2005
Jam 15:00-16:30

Bisa bertemu dengan Esti Kinasih, Hara Hope,
Donna Rosamayna, Bacem Wong, Mia Asriyani
Hasanah.

Jumpa Pengarang Metropop
-----------------------
Sabtu, 18 Juni 2005
Jam 16:30-18:00

Bersama Andrei Aksana, Alberthiene Endah,
dan Clara Ng

Atau jumpa pengarang cilik Sri Izzati
---------------------------------
Minggu, 19 Juni 2005
Jam 14:00

Jadwal lainnya termasuk Konsultasi arsitektur
dengan Tim Imelda Akmal dan berbagai seminar.


--isman
http://bertanyaataumati.blogspot.com

Tuesday, June 07, 2005

[PasarBuku] Diskon 50 % Cuci Gudang 15 Penerbit Ternama

Pagi ini seperti biasa aku baca-baca email dan menemukan topik menarik dari milis pasarbuku:
----
Sent: Monday, June 06, 2005 5:37 PM
Subject: [PasarBuku] Diskon 50 % Cuci Gudang 15 Penerbit Ternama

Diskon 50%
Cuci Gudang 15 Penerbit Ternama


Pecinta Buku Yang Budiman,
Inilah kesempatan bagi Anda mendapatkan buku-buku
bermutu dengan harga super murah. 15 Penerbit ternama
yaitu KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Elex Media
Komputindo, Gagas Media, Penerbit Buku Kompas, Mizan,
Pustaka Sinar Harapan, Salemba 4, Grafiti, Isai,
Prenada, LP3ES, LKIS, Pradnya Paramita, Yayasan Obor
Indonesia, dan Jakarta Book bersama-sama
menyelenggarakan cuci gudang buku pada:

Tanggal : 13 - 18 Juni 2005
Waktu : 09.00 - 17.00 WIB
Tempat : Aula Perpustakaan Diknas
Jl. Jendral Sudirman (Samping Carrefour Ratu Plaza), Jakarta.

Semua buku diskon 50%. Juga tersedia buku Import dari
I Book Corner dengan diskon 50%.

Acara ini terselenggara atas kerjasama KPBI (Komunitas
Pekerja Buku Indonesia) Perpustakaan Diknas dan 15
Penerbit Ternama.

Jangan sampai ketinggalan. Stok buku kami terbatas.


Salam
Aris
KPBI
----

Discount 50%, bo! Sayang, cuma di Jakarta. Ayo serbu!!

Bursa Buku (Murah?) di Surabaya

Lagi cari buku? Pengen beli buku? Tunggu, jangan tergesa-gesa. Jika kamu di Surabaya, mampir ke sini aja:

Festival Seni Surabaya 2005
Kompleks Balai Pemuda
1-15 Juni 2005

Informasi dari Jawa Pos 7 Juni 2005:
Bursa buku FSS 2005 diikuti 13 penerbit dan distributor buku. Yakni LKiS, Karya Pembina, Mizan Media Utama, Andi Jogja, Kanisius, Ditibone, Grasindo, Elex Media Komputindo, Gramedia Pustaka Utama, Gramedia Tunjungan Plaza, Gramedia Majalah, Erlangga, dan Prisma Media Utama. Mereka menempati 28 stan di selasar Gedung Utama Balai Pemuda

Cepetan! Sebelum kehabisan.